Tiga Bulan lalu saya resmi diangkat jadi salah satu ASN setelah lima tahun jadi guru honorer di sekolah pinggiran kota. Sekarang, gaji rutin diterima setiap bulan, beda banget sama dulu waktu masih honorer, gajian sering telat dan mau tidak mau saya andalkan Kredivo buat nutup kebutuhan dapur di akhir bulan.
Sekarang, setelah hampir beberapa bulan nggak pernah buka aplikasinya sama sekali, saya jadi kepikiran. Akun itu masih ada, masih nyantol di HP saya, tapi nggak pernah kepakai. Apa perlu saya cari tahu cara hapus akun Kredivo biar nggak ada yang “nganggur” gitu aja, atau sebenarnya nggak masalah dibiarin selama nggak dipakai?
Kenapa Akun yang Nganggur Bikin Saya Sedikit Waswas
Saya coba pikirkan alasan konkret kenapa hal ini ganggu pikiran saya. Bukan soal akunnya bikin rugi finansial, karena toh nggak ada biaya bulanan atau tahunan buat sekadar punya akun tanpa transaksi.
Yang bikin saya nggak nyaman lebih ke soal data pribadi yang masih tersimpan di sistem, plus rasa “kenapa masih ada akses ke limit segitu besar padahal saya udah nggak terlalu butuh lagi.” Semacam ada beban psikologis kecil, tahu ada pintu terbuka yang jarang saya lewatin lagi.
Sisi Lain yang Baru Saya Sadari Setelah Dipikir Ulang
Tapi begitu saya coba mikir lebih jernih, ada juga pertimbangan yang bikin saya ragu buru-buru hapus. Status ASN ini baru, dan meski gaji sekarang lebih stabil, saya belum tahu persis gimana kondisi keuangan saya dalam dua atau tiga tahun ke depan, apalagi kalau nanti ada kebutuhan besar kayak renovasi rumah atau biaya pendidikan anak yang mendadak.
Kredivo PayLater masih punya opsi tenor yang cukup fleksibel, mulai dari 1 bulan 0% Bunga & Admin sampai cicilan lebih panjang dengan bunga mulai 1,99 persen per bulan. Kalau saya hapus sekarang, dan ternyata suatu saat butuh lagi, saya harus daftar dari nol lagi, bangun ulang limit dan rekam jejak pembayaran yang sebenarnya udah saya punya sekarang.
Opsi yang Ternyata Lebih Masuk Akal Buat Kondisi Saya
Dari situ saya coba cari alternatif selain langsung hapus akun total. Ternyata ada opsi blokir sementara yang bisa jadi jalan tengah, cocok buat orang kayak saya yang nggak yakin sepenuhnya mau berhenti selamanya tapi juga risih akunnya dibiarkan aktif tanpa transaksi.
Caranya gampang, tinggal masuk ke menu Akun di halaman utama, pilih Keamanan, klik Blokir Akun, pilih alasan pemblokiran, terus konfirmasi pakai PIN. Kalau saya pilih ini, akun saya jadi lebih aman karena nggak bisa diakses buat transaksi apa pun, tapi saya masih punya opsi buka lagi kapan pun tanpa harus daftar ulang dari nol.
Kapan Sebenarnya Hapus Akun Jadi Pilihan yang Tepat
Meski begitu, saya tetap sadar bahwa opsi cara hapus akun Kredivo tetap relevan buat sebagian orang, tergantung kondisinya. Kalau kamu memang sudah yakin banget nggak akan butuh fasilitas kredit apa pun dalam jangka panjang, atau lagi proses total merapikan semua akun finansial karena alasan tertentu seperti pengajuan KPR, opsi hapus permanen lewat customer service resmi tetap opsi yang sah dan masuk akal.
Bedanya cuma di tingkat keyakinan. Kalau masih ada keraguan sedikit aja soal kebutuhan di masa depan, blokir sementara jauh lebih fleksibel dibanding hapus akun yang sifatnya nggak bisa ditarik ulang.
Keputusan yang Akhirnya Saya Pilih
Buat saya sendiri, karena status ASN ini masih baru dan saya belum benar-benar yakin soal kebutuhan finansial ke depan, saya pilih blokir sementara dulu, bukan langsung hapus total. Kalau kamu ada di posisi serupa, akun jarang dipakai tapi masih ada rasa ragu soal masa depan, coba pertimbangkan jalan tengah ini dulu sebelum ambil keputusan yang nggak bisa dibatalkan lagi.